ENG | BHS

Hubungan Baik Sejak 1949

Hubungan baik antara Boeing dengan negara Indonesia berawal sejak 1949 ketika maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia, memulai operasinya dengan penerbangan khusus menggunakan pesawat Douglas DC-3. Kini pesawat-pesawat Boeing menjadi tulang punggung perusahaan-perusahaan penerbangan di negeri ini. Boeing pun mengoperasikan Layanan Lapangan untuk Pesawat Komersial di bandara internasional Soekarno–Hatta.

737-9 in flight

Pesawat Komersial Boeing di Indonesia

737 MAX 10 in flight

Boeing mendukung sektor penerbangan komersial Indonesia dengan pesawat-pesawat paling inovatif dan hemat bahan bakar. Sepanjang sejarahnya, Garuda Indonesia telah memesan lebih dari 150 pesawat Boeing. Selama periode pertumbuhan dan pengembangan di era 1960-an, Garuda menerima pesanan pesawat jet Douglas DC-8, diikuti dengan tipe DC-9, DC-10, dan 747-200 pada dekade 1970-an dan 1980-an. Kini Garuda Indonesia mengoperasikan armada beragam, termasuk Next-Generation 737-800, 777-300ER (ER untuk Extended Range, seri jarak panjang), dan pesawat keluaran baru, 737 MAX 8.

Lion Air Group memulai operasinya pada Juni 2000 dengan pesawat sewaan 737-200 dan saat ini menjadi operator penerbangan domestik terbesar di Indonesia. Perusahaan swasta ini merupakan pemesan pertama pesawat 737-900ER dan menjadi perusahaan pertama di dunia yang menerima pesawat ini pada April 2007. Lion Air Group juga merupakan pemesan pertama jenis 737 MAX 9.

Pada pameran Singapore Airshow 2012, Boeing dan Lion Air mencatat pemesanan bersejarah yang mencapai 230 buah pesawat 737, termasuk 201 buah tipe 737 Max dan 29 buah Next-Generation 737-900ER senilai 22,4 miliar dolar AS sesuai harga pasar. Pada saat itu, jumlah tersebut merupakan pemesanan pesawat komersial terbesar dalam sejarah Boeing, baik dilihat dari nilai nominalnya maupun jumlah total pesawatnya.

Anak perusahaan Lion Air Group, Malindo Air, menerima pesanan pesawat 737 MAX 8 yang pertama pada Mei 2017. Pada pameran Paris Air Show 2017, Lion Air Group mengumumkan komitmen untuk pemesanan 50 buah pesawat 737 MAX 10 dan menjadi bagian dari kelompok pemesan pertama untuk versi terbaru seri pesawat 737 MAX.

Saat ini Lion Air Group, melalui perusahaan utamanya, Lion Air, dan anak-anak perusahaannya, yakni Malindo Air, Batik Air dan Thai Lion, mengoperasikan lebih dari 180 pesawat Bpeing, termasuk tipe Next-Generation 737-800, 737-900ER, dan pesawat keluaran baru, 737 MAX 8.

Sriwijaya Air, maskapai penerbangan ketiga terbesar di Indonesia, mengoperasikan seluruh armadanya menggunakan pesawat 737 Classic dan Next-Generation 737. Perusahaan swasta ini menerima pesanan dua pesawat 737-900ER baru pada Agustus 2015.

Pada 2014, pemerintah Indonesia menerima pesanan pesawat kepresidenan pertama, sebuah Boeing Business Jet 2 (BBJ 2). Dengan jangkauan lebih dari 5.500 mil nautikal (10.200 kilometer), pesawat ini memudahkan para pejabat pemerintahan untuk menyelesaikan tugas perjalanan lintas benua dengan aman dan nyaman.

Dukungan industri manufaktur Indonesia untuk pesawat komersial Boeing meliputi perusahaan-perusahaan penyuplai peralatan sistem avionik, suku cadang komposit, dan komponen mesin presisi.

Boeing untuk Pertahanan, Angkasa Luar, dan Keamanan di Indonesia

Boeing mendapatkan kontrak perakitan pesawat helikopter Apache untuk Indonesia pada 2015. Setelah proses produksi dan uji terbang di fasilitas pabrik Boeing di Mesa, Arizona, Amerika Serikat, pesawat-pesawat AH-64E Apache untuk Indonesia dikirimkan pada akhir 2017 dan kuartal pertama 2018. Apache merupakan helikopter tempur multifungsi paling unggul di dunia.

Kemampuan intelijen maritim, pengawasan, dan pengintaian kini semakin maju dan kami melihat adanya peluang yang sama pula untuk Indonesia. Solusi kami meliputi kemampuan pengintaian maritim jarak jauh menggunakan sistem peringatan dini Airborne Early Warning & Control (AEW&C) dan pesawat pengintai maritim P-8. Kami juga telah melihat relevansinya bagi pesawat CH-47 Chinook untuk mendukung bantuan kemanusiaan dan bencana alam, pencarian dan penyelamatan, dan kebutuhan mobilitas umum di pulau-pulau terpencil serta wilayah lautan di negeri ini. Terakhir, mengingat adanya kebutuhan untuk operasi jarak jauh dan kesiagaan situasional, kami juga melihat peluang untuk pesawat tanker KC-46 dan AEW&C.

AH-64D Apache in flight

Mitra Penyuplai di Indonesia

Boeing 777-300 ER

Dukungan industri manufaktur Indonesia untuk pesawat komersial Boeing meliputi perusahaan-perusahaan penyuplai peralatan sistem avionik, suku cadang komposit, dan komponen mesin presisi.

Global Engagement di Indonesia

Sejak 2010, aktivitas Boeing Global Engagement di Indonesia telah mendukung sejumlah program keberlanjutan, kesehatan dan kesejahteraan, serta pendidikan.

Keberlanjutan

Sejak 2010 Boeing mendukung organisasi nirlaba Friends of National Park Foundation (FNPF) untuk melindungi Taman Nasional Tanjung Putting. Kedua pihak bekerja sama dalam upaya-upaya penghijauan kembali kawasan hutan untuk mendorong pertumbuhan hutan dan mendidik masyarakat setempat mengenai pentingnya cara hidup keberlanjutan dan ramah lingkungan dalam mencari penghasilan, yakni melalui ekoturisme, hutan pertanian, peternakan, dan perkebunan organik.

Boeing juga memberi bantuan untuk program IDEP Foundation dalam mempromosikan perkebunan berkelanjutan melalui berbagai alternatif, seperti produksi benih organik serta pembuatan kebun rumahan dan kebun organik untuk meningkatkan penghasilan dan konsumsi pribadi. Sejak 2012, para petani telah belajar mengenai pelestarian air dan cara-cara membuat energi biogas sendiri untuk menekan biaya.

Program Kesehatan dan Kesejahteraan

Pada 2015, Boeing memulai kerja sama dengan lembaga nirlaba Kingdom Workers dalam sebuah proyek untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan di Nusa Tenggara Timur. Boeing mendukung pelatihan bagi pengajar, menginisiasi kampanye kesadaran tentang kesehatan, dan meningkatkan fasilitas rekreasi untuk anak-anak usia dini dan sekolah dasar.

Pendidikan Anak

Melalui program Helen Keller International, Boeing dan organisasi nirlaba ini telah bekerja sama menyediakan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus sejak 2016. Dengan menyediakan fasilitas pembangunan sekolah-sekolah inklusif baru serta memetakan sekolah-sekolah inklusif yang sudah ada agar menyediakan pendidikan inklusif yang memadai dan efektif, sebanyak 705 siswa kini telah mampu memasuki dunia kerja dengan mulus.

Sekitar 964 siswa di daerah pedesaan Cipanas di Provinsi Jawa Barat juga telah mendapat manfaat dari program pendidikan lainnya yang sudah didukung Boeing sejak 2017. Sebuah perpustakaan komunitas dan pusat pendidikan untuk anak-anak berusia dini telah dibangun oleh Foundation of Noble Works untuk menyediakan buku-buku bagi masyarakat lokal, komputer, dan kelas-kelas gratis dengan para pengajar pendidikan anak usia dini yang sudah terlatih.

Smiling man, Indonesia IDEP-Bali, Indonesia

Proyek Pilihan: Benih-benih Harapan

Galeri Global Engagement